nur laili awalia

Selasa, 07 Mei 2013

Satu-satunya Anak Rimba yang Ikut UN SMA

Di Ketik oleh: Anonim - 08.45
Bagi Suku Rimba di Jambi, dunia pendidikan tak harus dijalani. Karena itu, banyak anak suku tersebut yang tak bersekolah. Tapi Irman Jalil (18) atau biasa dipanggil Besudut, mengambil jalan berbeda. Ia jadi satu-satunya anak rimba yang ikut Ujian Nasional (UN). Apa yang ingin ia raih?

Besudut tinggal di hutan belantara Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi. Ia merupakan anak dari kelompok Tumenggung Ngadap di Bernai Makekal. Pekan lalu, ia mengikuti UN di SMA 14, Jalan Pintas Bangko Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi.


Tak beda dengan siswa lain, Besudut yang merupakan siswa kelas XII IPS ini mengaku puyeng menghadapi UN. Namun dia mencoba tenang.

"Semua muka kawan-kawan menekuk dan menahan napas panjang. Kami semua poning (pening)," kata Besudut kepada detikcom.

Sebelum UN, Besudut mempersiapkan diri, termasuk mengikuti try out. Meski demikian, Besudut masih kewalahan menghadapi soal-soal UN.

Pencapaian Besudut ke jenjang SMA, bukan hal yang gampang. Di kawasan hutan, tidak ada sekolah formal. Setamat SD, ia melanjutkan SMP non formal, sebuah pendidikan yang didirikan Warung Informasi (Warsi) di Taman Nasional Bukit Duabelas. Ia hanya sekali sepekan ikut belajar di SMP 14 Bangun Serenten Muara Tabir Kabupaten Tebo, yang jaraknya sekitar 10 km dari hutan dengan berjalan kaki. 

Besudut mengikuti UN SMP dan ternyata lulus. Kemudian ia melanjutkan ke SMA. Di jenjang ini, ia terpaksa meninggalkan hutan dan menetap di desa. Untuk tempat tinggal, ia diizinkan tidur di balai desa. Sedangkan untuk makan sehari-hari, ia mendapat beasiswa dari sekolahnya. 

Selain mendapatkan beasiswa, Besudut juga mendapatkan uang dari membantu membersihkan kebun pamannya. Kegiatan ini dilakukannya ketika libur sekolah. 

"Kalau saya lulus, saya akan melanjutkan kuliah. Kalau bisa cari kuliah yang tidak setiap hari masuk, biar bisa kerja untuk cari dana kuliahnya," kata Besudut.

Besudut mengaku tidak tahu kapan dilahirkan. Di ijasahnya tertulis lahir pada 12 september 1992.

"Orangtunya menghitung kelahirannya hanya dengan mengingat adanya kelompok transmigrasi masuk di sekitar kawasan taman nasional. Waktu tahun 1992 itu, Besudut sudah lahir. Patokannya hanya tahun saja. Untuk tanggal dan bulan, orangtuanya tidak tahu," kata Humas Warsi Sukma Reni.

Sumber : klik di sini.

About Anonim

My name is Nur Laili Awalia

0 komentar:

Posting Komentar

© nur laili awalia - Blogger Templates Designed by: Templatezy